Di Bawah Langit yang Sama, Kami Memiliki Mimpi yang Berbeda…
Di sebuah rumah yang tenang, seorang Papa membesarkan dua anak dengan kepribadian yang bertolak belakang. Nadine , si sulung yang tekun dan tenang, bercita-cita menjadi dokter saraf karena kekagumannya pada rahasia otak manusia. Di sisi lain, Ammar , si bungsu yang enerjik dan tidak bisa diam, bermimpi menjadi tentara yang kuat untuk menjaga kedamaian.
Buku ini mengikuti perjalanan sehari-hari mereka dalam mengejar mimpi. Namun, jalan menuju impian tidaklah selalu mulus. Nadine harus membayangkan rasa lelah dan ketakutan akan kegagalan saat ujian sekolah terasa sangat berat. Sementara Ammar harus belajar arti ketangguhan setelah ia gagal dalam seleksi baris-berbaris di sekolahnya.
Melalui bimbingan Papa, anak kedua ini belajar bahwa mimpi bukan sekadar hasil akhir atau jabatan, melainkan tentang pertumbuhan karakter. Nadine belajar bahwa pintar menjadi pintar bukan berarti tidak boleh salah, dan Ammar belajar bahwa keberanian sejati adalah berani datang lagi ke lapangan setelah terjatuh.
Cerita ditutup dengan sebuah pesan hangat: bahwa di bawah langit yang sama, setiap mimpi punya ruang untuk tumbuh, dan sejauh apa pun mereka melangkah, cinta keluarga adalah kompas yang akan selalu menghubungkan mereka.

Komentar
Posting Komentar