Dibalik Bulan Merah: Cerita Pendek Fantasi Misteri yang Mencekam

Legenda Blood Moon di Desa Fegic dan Rasa Penasaran Mela

Mitos Bulan Merah yang Ditakuti Penduduk Desa

Di desa Fegic, konon ada suatu legenda yang selalu dianggap benar oleh penduduk desanya: “Saat bulan merah terbit, seseorang akan dipilih lalu akan tunduk.” Namun, hingga saat ini tidak pernah ada yang membuktikan legenda itu, sementra di sisi lain rumor itu ditulis dengan tinta merah gelap di atas buku di dalam rak gudang lama rumah paling tua di desa itu. Mela adalah seorang gadis remaja biasa yang sangat takut akan legenda “Blood Moon” itu.

Poster cerita fantasi Dibalik Bulan Merah menampilkan karakter Mela dengan mata api biru di bawah gerhana bulan merah

Malam Pembuktian dan Kilatan Misterius di Cermin

Hingga suatu malam datang, malam itu bukan malam yang biasa. Namun, malam yang mungkin akan menjadi Saksi pembuktian legenda Blood Moon, bulan merah di langit malam itu begitu terang dan membuat seluruh penduduk desa mengunci diri mereka masing-masing di dalam rumah mereka karena takut juga akan legenda itu. Berbeda dengan Mela, Mela mengamati bulan merah itu dari dalam jendela rumahnya, “The blood moon is the on rise..”, “Bulan merahnya indah, tapi kenapa harus ada legenda menakutkan yang meninggalkan jejak saat melihat bulan itu ya?” Tanyanya penasaran. Mela teringat sejenak, "Oh iya! Aku lupa, aku ingin mengganti baju dulu deh sebelum tidur, tapi piyama mana ya yang cocok untuk malam kali ini?" Mela melihat ke cermin dan memperhatikan dirinya sejenak, dan mengambil piyama untuk mencocokkannya dengan dirinya.

Disaat sedang asyik memilih, Mela memperhatikan matanya sendiri di cermin, ia melihat di sisi-sisi matanya tampak dilingkari lingkaran berwarna biru, “Apa?, Api menyala di mataku?”. Mela mengikuti pergerakan lingkaran biru itu dengan matanya, namun dalam sekejap lingkaran itu kembali menghilang. “Ah, mungkin perasaanku saja…” Gumam Mela lalu berganti pakaian dan siap untuk tidur. Sebelum tidur, Mela memasukkan juga ke dalam hatinya, "Aku penasaran sekaligus takut, legenda itu sebenarnya asli atau tidak sih? Dan bagaimana bisa lingkaran merah tadi? Ah lupa saja..." Dan Mela akhirnya tertidur meninggalkan pertanyaan yang kapanpun bisa ia ketahui.

Teror Kebangkitan Api Biru yang Menggemparkan Desa

Misteri Lantai Kamar yang Terbakar di Pagi Hari

Matahari mulai terbit dan memunculkan dirinya menggantikan bulan merah, akan tetapi burung-burung tidak berkicau setiap pagi seperti biasanya, sinar matahari juga tampak masih ragu untuk masuk ke dalam kamar Mela. Mela terbangun dari tidurnya yang nyenyak, menguap sedikit dan duduk di atas kasur, namun ada sesuatu yang sangat aneh. Saat Mela menatap lantai di bawah kakinya, lantai itu terbakar dan mengeluarkan api yang warna birunya membara. Mela terkejut dan langsung berlari keluar kamar untuk memberi tahu ibunya, saat Mela mengajak ibunya untuk melihat kamar. Lantai itu berbau hangus terbakar dan juga jejak percikan api, “Loh, kok apinya sudah padam ya?” Tanya Mela heran.

Ibu Mela mengusap belakang kepala Mela dan sedikit tertawa, “Mela, mungkin hanya perasaan kamu saja. Lagian kamu baru bangun tidur juga.” Kata ibunya tapi sungguh aneh, apakah ibu Mela tidak menyadarinya?. Mela mengangguk tapi masih sangat terkejut sekali dengan yang ia alami dari malam kemarin hingga yang baru saja terjadi, Mela akhirnya memutuskan untuk mencuci muka di kamar mandi.

Kemarahan Penduduk Fegic dan Pengusiran Mela

Saat ingin membuka pintu kamar mandi, gagang pintu dan pintu kamar mandi itu terbakar api biru seperti sebelumnya, Ibu Mela dan Ayah Mela melihatnya. Mereka sontak juga sangat terkejut, bahkan Mela melihat berbagai benda lainnya juga terbakar. Keluarga Mela langsung keluar dari rumah, dan Mela mengusap matanya lalu menatap benda-benda lain di lingkungan luar rumah. Semuanya terbakar, kini tak hanya keluarga Mela yang ketakutan, tetapi penduduk desa juga ketakutan akan keanehan ini.

Lama kelamaan, Mela ditakuti orang-orang di desa, orang-orang itu mulai memberikan tuduhan bahwa Mela adalah seorang yang bukan manusiawi dan merupakan pertanda buruk dari malam blood moon sebelumnya. Bahkan karena tuduhan itu, penduduk di desa berniat membunuh Mela agar desa mereka kembali aman. Mela tidak tahu akan hal itu, Ibu Mela langsung memaksa Mela, "Mela, Ibu sangat minta maaf. Ibu mohon, kamu tolong pergi dari desa ini. Dan pergi sejauh yang kamu bisa." Mohon ibu. “Loh kenapa, bu?” Mela merasa agak takut, namun ibunya menyuruh Mela agar langsung pergi. Akhirnya, Mela berlari keluar dari desa tanpa membawa apapun kecuali pakaian yang ia pakai sejak awal dari rumah.

Pelarian ke Hutan dan Pertemuan dengan Para Pemburu Kekuatan

Pengakuan Kelompok Pemburu Mengenai Kutukan Api Biru

Mela berlari sejauh mungkin, hingga arah tak menentu membawanya ke hutan, Mela menangis sedikit dan matanya terasa semakin terbakar namun merasa sangat sedih dan takut karena harus kehilangan, “Aku belum pernah begitu terjaga…” Hutan itu tampak tak berbahaya baginya, namun pepohonan di hutan itu sangat menjulang tinggi, suasananya membawa aura menegangkan, dan tak banyak hewan-hewan yang bisa ia temukan saat ia sesampainya di hutan itu. Mela memperhatikan hutan itu, dengan suatu perasaan yang mengganjal namun tak bisa di artikan. Tiba-tiba Mela melihat beberapa pasang mata memperhatikannya dari jauh, Mela mendekati beberapa pasang mata itu. Ternyata, mereka adalah manusia, dan mereka adalah sebuah kelompok.

“Hai, kenapa gadis sepertimu berada di hutan yang menakutkan ini?” Tanya salah satu anggota kelompok itu pada Mela. “Aku… hanya tersesat…” Jawab Mela yang sebenarnya hanyalah sebuah alasan yang harus ia pakai sebelum identitasnya terbongkar. “Tapi, sekelompok kalian juga sedang apa di hutan seperti ini?” Tanya Mela balik. “Oh, kelompok kami adalah kelompok pemburu kekuatan, kami memburu kekuatan yang mungkin dimiliki atau ada setelah malam bulan merah kemarin.” Jawab jujur ​​anggota kelompok itu lainnya. “Kekuatan, bagaimana maksudnya?” Tanya kembali Mela.

"Jadi begini, kami memburu suatu kekuatan. Untuk menggunakannya dalam berbagai keperluan, dan kami sudah melatih diri kami untuk menghadapi dan mengendalikan berbagai kekuatan. Namun, ada beberapa yang harus diperhatikan saat malam bulan merah datang. Yaitu, pengguna kekuatan yang tidak sadar akan kekuasaan, akan perlahan kehilangan bantuannya. Lalu, setahu kami dari berbagai sejarah legenda bulan merah, kekuatan api biru adalah kekuatan yang paling berbahaya saat bulan merah. Dan pemilik kekuatan api biru sebelumnya, bernama Layla dan pernah membunuh satu kota akibat." Jelas anggota kelompok itu. Mela terdiam sejenak saat mendengar penjelasan itu, api biru? Mela sebelumnya selalu mengeluarkan api biru, dan Layla? Layla adalah nama sahabat Mela… Mela menahannya dan menahan napas, “Tidak tidak, itu pasti perasaanku saja!” Katanya dalam hati.

Kabar Mengenai Layla yang Ditangkap Kerajaan

"Ohya, kamu mungkin tersesat. Bagaimana kita keluar dari hutan ini sama-sama, dan ke kota besar yang terdapat sebuah kerajaan di kota itu. Mela awalnya ingin menolak, namun akhirnya dia mengangguk dan setuju. Baru saja Mela menginjakkan kaki saat keluar dari hutan, banyak orang berlarian ke arah yang Mela bingungkan. "Jangan-jangan keramaian itu, tentang seorang gadis remaja juga yang bernama Layla pemilik kekuatan biru itu, ditangkap oleh kerajaan ya? Aku dengar, gadis itu bernama lengkap Layla Seav Mely” Tanya kelompok itu. “G-gadis remaja? Layla Seav Mely?” Tanya Mela.Mereka mengangguk, sementara Mela sangat yakin, yang dimaksud dengan gadis remaja bernama Layla itu adalah persahabatan yang sudah lama menghilang. “Itu tidak salah lagi, dia sahabatku… Dia menangkap kerajaan? Aku sekarang aku rasa aku punya kekuatan api biru itu… Tapi, aku rasa pilihannya adalah, harus menyelamatkan sahabatku, atau menahan kekuatanku agar tidak membunuh seseorang… Baiklah…” Mela selalu diam karena ia berkata dalam hati.

Misi Penyelamatan Layla di Kerajaan dan Akhir dari Jiwa Mela

Amukan Mela dan Kehancuran di Istana Kerajaan

Mela segera berlari ke arah rute menuju kerajaan, kepergian Mela memang menarik perhatian beberapa orang dikeramaian itu, namun segera dialihkan lagi dengan berita sebelumnya. Segala benda yang dilihat Mela selama ia berlari, semuanya terbakar, kendaraan, bangunan, dan lainnya. Mela sampai di kerajaan, ia membuka pintu penutup dan alat-alat senjata penjaga lalu membakarnya dengan melelehkannya. Ia masuk, dan melihat Layla ditahan oleh beberapa penjaga, Mela terlihat sangat murka dan menatap semuanya untuk membakarnya. Sementara orang-orang teralihkan oleh kebakaran api berwarna biru, Mela melepaskan berbagai benda yang melilit tubuh sahabatnya, dan menarik Layla keluar dari kekacauan itu. Layla awalnya memberontak, namun saat matanya menemukan Mela, Layla langsung lemas dan memeluk Mela.

Janji Terakhir Sahabat dan Hilangnya Mela Menjadi Abu

Mela membalas pelukan Layla, dan menangis karena tidak menyangka akan kehilangan semuanya, tapi Mela yakin, Layla akan selalu ada dalam hidupnya. "Layla, ikut pergi bersamaku ya? Aku takut kamu akan sendirian juga seperti diriku..." Layla mengangguk, dan mereka berdua pergi ke hutan yang berbeda dengan yang sebelumnya Mela injakkan kakinya. Hutan yang mereka berdua temukan, sangat gelap, bau tercium di hidung mereka terasa sangat tidak enak, di bawah kaki mereka terasa menginjak sesuatu yang basah dan kotor. Mela menggenggam tangan Layla dengan penuh kerinduan dan janji sahabat.

“Aku berhasil menyelamatkanmu, tapi aku tidak yakin bahwa aku menyelamatkan diriku sendiri dari kutukan bulan merah ini…” Ucap Mela penuh keputusasaan. “Tidak tidak, jangan bicara seperti itu…” Kata Layla khawatir. Mela kembali memeluk Layla, “Aku berjanji, api biru dari kekuatanku saat ini akan menemanimu…” “L-lalu, kamu sendiri bagaimana?” Tanya Layla takut. “Aku hanya akan menemani dari hati…” Jawab Mela, dan benar saja… tubuh mela perlahan-lahan berubah menjadi warna abu-abu dan angin juga membantu tubuhnya menjadi abu biru, jejak blood moon menghilang, orang-orang sudah selamat dari kutukan blood moon tahun ini, serta sebelum menjadi abu, mata Mela tetap menyala biru cerah membara terakhir kali sebelum hilang… end is the fireburning in mela eyes… Mela sudah hilang, akibat kekuatan atau lebih tepatnya kutukan legenda blood moon yang sangat ia takuti, namun rasa takutnya sekarang sudah hilang… meski begitu api birunya ternyata belum benar-benar mati…


Bagaimana konservasi akhir dari cerita Mela? Tulis pendapatmu di kolom komentar! 

Baca juga :

Komentar

— Loading —

Yang lagi viral niih...

Kisah Lea: Bangkit dari Keterpurukan dan Mengejar Impian Menjadi Penulis

The KaSiNa Circle: Sebuah Cerita Tentang Kepercayaan dan Persahabatan Sejati